Workshop Pembuatan Tempe sebagai Media Edukasi Pangan Lokal Kreatif di Sekolah Metta Maitreya Pekanbaru

Authors

  • Rida Jelita Sekolah Tinggi Agama Buddha Maitreyawira
  • Suryati Sekolah Tinggi Agama Buddha Maitreyawira
  • Delvi Fransiska Sekolah Tinggi Agama Buddha Maitreyawira
  • Juliana Puspika Sekolah Tinggi Agama Buddha Maitreyawira
  • Rohani Sekolah Tinggi Agama Buddha Maitreyawira
  • Yadi Sutikno Sekolah Tinggi Agama Buddha Maitreyawira

DOI:

https://doi.org/10.47927/jasd.v6i2.1502

Keywords:

Workshop, Tempe, Pangan Lokal, Edukasi Kreatif, Sekolah

Abstract

Workshop pembuatan tempe merupakan kegiatan edukasi kreatif yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik serta guru dalam mengenal proses pengolahan pangan lokal berbasis kedelai. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Metta Maitreya Pekanbaru dengan melibatkan 100 peserta yang terdiri atas siswa dan guru. Pelaksanaan workshop meliputi penyampaian materi mengenai nilai gizi tempe, manfaat pangan fermentasi, serta praktik langsung pembuatan tempe secara sederhana dan ramah lingkungan. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman baru mengenai potensi pangan lokal, proses fermentasi tempe, serta pentingnya kreativitas dalam mengolah bahan pangan yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan. Workshop ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menghubungkan pengetahuan dengan keterampilan praktis, sehingga dapat menumbuhkan sikap mandiri, peduli lingkungan, dan apresiasi terhadap produk pangan lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi inovatif dalam pengembangan keterampilan kewirausahaan dan budaya pangan sehat di lingkungan sekolah.

References

Adini Alvina, & Dany Hamdani. (2019). Proses Pembuatan Tempe Tradisional. Jurnal Pangan Halal, 1(1). Bogor: Universitas Djuanda Bogor.

Antonius, O., Salim, L., & Sandjaja, B. (2013). Sindrom Metabolik di Kota Jayapura. Buletin Penelitian Kesehatan, 41(4), 200–206.

Badan Pangan Nasional. (2022). Pengembangan pangan lokal dan ketahanan pangan masyarakat. Jakarta: Badan Pangan Nasional.

Cahyadi, W. (2021). Teknologi pengolahan kedelai dan produk fermentasi. Bandung: Alfabeta.

Cahyawati, A. (2011). Composition, textural quality and gel strength of surimi prepared from striped catfish (Pangasianodon hypophthalmus). Fishery Technology, 51, 106–111.

Dakwani, T. (2019). Hygiene and Sanitation of Food Processing Center in Gudang 100 Warehouse at Tanjung Perak Sea Port of Surabaya 2018. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(1), 69. https://doi.org/10.20473/jkl.v11i1.2019.69-74

Departemen Kesehatan RI. (2011). Permenkes RI Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga. Jakarta.

Dewanti, R., & Hariyadi. (2011). Food Safety Issues in South East Asia. Department of Food Science and Technology.

Dewi, Ratna Stia, & Saefuddin Aziz. (2011). Isolasi Rhizopus oligosporus pada beberapa inokulum tempe di Kabupaten Banyumas. Jurnal Molekul, 6(2), 93–104.

Elizabeth, dkk. (2015). Karakteristik surimi fillet ikan nila (Oreochromis niloticus) yang disimpan pada suhu dingin (Skripsi). Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Faridah, D. N., Kusumaningrum, H. D., & Indrasti, D. (2013). Penuntun Praktikum Analisis Pangan. Bogor: Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor.

Hala, Yusminah, & Hartono. (2016). Penuntun Pengantar Bioteknologi. Makassar: Universitas Negeri Makassar.

Harris, A., & Fadli, Z. (2014). Fortifikasi protein surimi manyung terhadap tingkat kesukaan donat. Jurnal Perikanan Kelautan.

Handayani, M. T., Indrati, R., & Cahyanto, M. N. (2025). Chemical characteristics and activity of ACE inhibitors on fractionation of tempeh koro kratok (Phaseolus lunatus) peptides. Indonesian Food and Nutrition Progress.

Heizer, Jay, & Barry Render. (2015). Operations Management (Manajemen Operasi) (ed. 11). Jakarta: Salemba Empat.

Hubeis, M. (2012). Manajemen Kreativitas dan Inovasi dalam Bisnis. Jakarta: PT Hecca Mitra Utama.

Kurniawan, A. W. (2012). Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Harga Pokok Penjualan (HPP) dengan Metode Average. Techno.com, 11, 12–17.

Purwijantiningsih, E., Leksono, B. Y., Tunggadewa, D. M. R., Susanto, T. A. B., Arianti, K., & Widyaningsih, M. M. K. (2025). Hilirisasi kacang koro pedang melalui pengembangan egg roll tempe koro pedang di Desa Pulutan, Wonosari, Gunungkidul. Jurnal Atma Inovasia.

Sari, M., & Putra, A. (2023). Pemanfaatan pangan lokal sebagai media pembelajaran berbasis keterampilan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 100–108.

Syamsiana, A., Rizal, S., Erna, M., & Astuti, S. (2024). Formulasi kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) dan kacang kedelai (Glycine max L.) terhadap total kapang, total khamir, dan sifat sensori tempe mosaccha. Jurnal Agroindustri Berkelanjutan, 3(2).

Tamam, B. (2019). Proteomic study of bioactive peptides from tempe. Journal of Bioscience and Bioengineering, 128(2), 241–248.

Ulya, Z., Lufika, R. D., Mandira, A. S., Lestari, D., & Mailida, S. (2025). Analisis rantai nilai produk tempe berbasis tempe koro di Banda Aceh dan Aceh Besar untuk mendukung konsumsi pangan berkelanjutan. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN), 5(3).

Widya Mandala, Q. C. (2023/2024). Variasi tempe non-kedelai: alternatif pengganti tempe kedelai. Zigma Journal.

Tribunnews Aceh. (2025, 26 Juli). Rumoh Pangan Aceh dan THP USK gelar latihan pengolahan tempe dari bahan kacang koro. Diakses dari https://aceh.tribunnews.com/2025/07/26/rumoh-pangan-aceh-dan-thp-usk-gelar-latihan-pengolahan-tempe-dari-bahan-kacang-koro

Downloads

Published

2026-08-01