Dampak Pilkada Serentak 2015 dan 2017 Terhadap Abnormal Return dan Volume Perdagangan Saham Sektor Perbankan di Bursa Efek Indonesia

  • Beno Jange STMIK Dharmapala Riau

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menguji dampak pemilihan kepala daerah (pilkada) di Indonesia pada tahun 2015 dan 2017 terhadap harga saham di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan event study selama 5 hari sebelum dan sesudah event date. Event date pilkada 2015 adalah pada tanggal 9 Desember 2015 sedangkan event date pilkada 2017 adalah pada tanggal 15 Februari 2017. Sampel yang digunakan adalah perusahaan yang tergabung dalam sektor perbankan periode Desember 2015 sampai Februari 2017. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dan Pusat Data Pasar Modal. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi harga saham penutupan harian, IHSG, volume perdagangan saham harian dan jumlah saham yang beredar. Return ekspektasi menggunakan market adjusted model. Sedangkan sampel yang digunakan adalah saham-saham yang termasuk dalam sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya abnormal return pada pilkada serentak 2015 dan 2017. Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah peristiwa baik untuk abnormal return maupun trading volume activity pada pilkada serentak 2015 dan 2017. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pilkada serentak 2015 dan 2017 berpengaruh namun tidak signifikan terhadap harga saham dan aktivitas volume perdagangan saham sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia.

Diterbitkan
2017-11-15
Cara Mengutip
JANGE, Beno. Dampak Pilkada Serentak 2015 dan 2017 Terhadap Abnormal Return dan Volume Perdagangan Saham Sektor Perbankan di Bursa Efek Indonesia. , [S.l.], v. 8, n. 2, p. 1935-1949, nov. 2017. ISSN 2087-3921. Tersedia pada: <http://ojs.stmikdharmapalariau.ac.id/index.php/jikb/article/view/103>. Tanggal Akses: 23 okt. 2018
Bagian
Articles